bekal hari akhir

 

Jikalau kita hendak pergi ke suatu tempat apa yang perlu kita siapkan?

Bekal yang cukup bukan?

Bekal makanan,pakaian,peralatan mandi dsb..


setidaknya kita membawa bekal uang supaya kita bisa membeli keperluan kita di tempat tujuan.Bagaimana dengan bekal kita untuk hari akhir? Sudahkah disiapkan sedini mungkin atau sebaliknya?

Mari kita renungkan,persiapan untuk pergi haji saja berbulan-bulan sebelumnya sudah dipikirin, padahal kita di Mekkah hanya beberapa hari saja.Dan orang yang pergi haji masih ada kemungkinan kembali pulang ke rumah. Bagaimana dengan persiapan ke kubur? Jauh mana kubur dan Mekkah? Jikalau kita pergi ke kubur masih adakah kemungkinan kita untuk kembali ke rumah? Tidak dapat dipungkiri semua orang akan mati,ada yang mati muda ada yang mati tua,ada yang mati khusnul kotimah,ada yang suul khotimah.Saat sakaratul maut datang tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya,tidak seorangpun yang bisa lari darinya.

Berarti seharusnya persiapan kita lebih dasyat dari pada pergi Haji. Rasulullah SAW pernah bersabda,”orang yang paling cerdas adalah orang yang paling dasyat persiapannya menghadapi kematian.”

Masalahnya bekal yang kita siapkan tidak semudah menyiapkan bekal pergi tamasya atau pergi Haji.Perlu niat yang lurus & istiqomah menyiapkannya agar di alam kubur nanti kita tidak merasa sempit & gelap.sesungguhnya apa saja bekal yang dapat menemani kita saat pulang kelak ke hadapan Allah SWT? khususnya bekal selama berada di Wahana bawah tanah alias sebagai ahli kubur.

1.Semangkuk Amal Jariah
Kita perlu menyiapkan bekal pertama yaitu sedekah semampu kita.Yang dikarunia harta lebih, bisa menggunakannya untuk memberikan tanah wakaf,bisa membangun masjid,menyediakan sumur bagi pemukiman yang sulit air,dll.Sedang yang dikarunia harta tidak berlebihan,jangan lantas menjadi pelit.Tetaplah mengeluarkan sedekah karena sesungguhnya harta yang disedekahkan tidak akan mengurangi harta kita, justru akan menambah harta kita.Sedekah yang kita keluarkan,yang bisa membantu meringankan dan membawa manfaat bagi orang lain,insyaAllah pahalanya akan terus mengalir selama orang tersebut mendapat manfaat. Dan nilai deposito yang kita titipkan untuk akhirat nanti tidak akan pernah hilang atau berkurang.

2.Sebotol Ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang dimaksud meliputi ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama.Siapa yang menerima ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya pada orang lain,lantas orang tsb mendapat manfaat, maka inilah kelak yang akan menemani kita hingga hari akhir.

3.Sekeranjang Doa anak yang sholeh
Mendidik anak menjadi anak sholeh bukan semudah membalik telapak tangan,perlu ilmu,kesabaran dan ketabahan. Karena yang kita hadapi adalah manusia dengan usia lebih muda lebih kurang pengetahuannya dan masih perlu pemahaman hidup yang lebih.Anak yang bisa menerima pemahaman tentang agama dengan baik,selalu taat kepada Allah dan senantiasa menghiasi hidupnya dengan mendoakan dan berbakti pada kedua orang tuanya itulah anak yang sholeh.

Masalahnya sekarang kita hidup di era globalisasi,dimana-mana ada pembaharuan,katanya modernisasi.Namun sayang modernisasi sering membawa manusia salah mengambil keputusan dan melalaikan akan kehidupan setelah mati. Sehingga waktu dan pikirannya habis dipergunakan hanya untuk mempersiapkan bekal di dunia tanpa menghiraukan bekal di akherat.Padahal bekal yang lebih utama disiapkan untuk perjalanan yang lebih panjang,lebih jauh tentunya memerlukan persiapan lebih matang ketimbang bekal pergi di seantero dunia.

Akhir kata mari sama-sama introspesi diri,sudah sejauh mana persiapan kita menyiapkan ketiga bekal di atas? mumpung kita masih diberi waktu di dunia..

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s