wasiat pencinta akhirat

brahim bin Adham terkenal sebagai seorang yang zahid. Kata-katanya penuh dengan hikmah dan selalu dijadikan pedoman orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah. Pernah suatu ketika seorang muslim datang kepadanya meminta kepada beliau, “Wahai Ibrahim, berilah kami wasiat agar seluruh kehidupan kami bermanfaat !”.
Maka Ibrahim Al Adham menjawab :

* Jika engkau melihat orang-orang sibuk dengan dunia, maka sibukkanlah dirimu dengan akhirat.
* Jika engkau melihat orang-orang sibuk dengan memperindah penampilanpisik maka sibukkanlah dirimu dengan memperindah dan mempercantik batinmu.
* Jika engkau melihat orang-orang sibuk mengurus perkebunan maka sibukanlah dirimu dengan memakmurkan kuburan.
* Jika engkau melihat orang-orang sibuk mengabdikan diri kepada sesama manusia, maka sibukanlah dirimu dengan mengabdikan diri kepada Rabbul Alamin.
* Jika engkau melihat orang-orang sibuk mengunjingkan aib orang lain, maka sibukanlah dirimu dengan keburukan dirimu sendiri.
* Jadikanlah kehidupan didunia ini sebagai lahan pertanian yang akan menghantarkan engkau kepanen raya di akhirat kelak.

Ketika penduduk Basrah bertanya kepadanya,
“Mengapa do’a kami tidak dikabulkan Allah, padahal Allah berfirman,
“…. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepad-Ku”. (Al Baqarah : 186)”.

Ibrahim berkata. ” Ada sepuluh hal yang membuat do’a tidak dikabulkan :

* Kalian telah mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-haknya.
* Kalian telah membaca Al Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya.
* Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah tetapi meninggalkansunnahnya.
* Kalian mengaku benci kepada syaitan tetpi tetap memenuhi ajakannya.
* Kalian mengaku ingin masuk surga tetapi tidak memenuhi syarat-syaratnya.
* Kelian mengiginkan selamat dari api neraka tetapi kalian menjerumuskan diri kepadanya.
* Kalian menyakini kematian merupakan suatu kepastian tetapi tidak pernah mempersiapkan diri menghadapinya.
* Kalian sibuk mengurusi aib orang lain tetapi mengabaikan aib sendiri.
* Setiap waktu kalian menguburkan orang yang wafat tetapi setiap itu pula kalian tak pernah mengambil pelajaran daripadanya.
* Kalian telah menikmati karunia Allah tetapi kalian tidak pernah mensyukurinya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s