DUNIA ITU SEMENTARA SOBH…

Peringatan dari Allah :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah engkau dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu untuk berdzikir kepada Allah”
(QS. Al Munafiqun: 9)

“Dunia ini terlaknat dan isinya penterlaknat pula, kecuali yang berdzikir kepada Allah serta mengikuti dzikir tadi, juga orang yang berilmu agama serta orang yang menuntut ilmu agama tadi terbebas dari laknat”
(HR Turmidzi)

Ambillah pengertian dari ayat dan hadist di atas, yang berarti kita telah memperoleh pengertian-pengertian terdalam dari ayat-ayat Allah dalam kitab suci Al Qur’an. Mendalami sampai mencapai titik cinta kepada-Nya. Dengan perasaan cinta pada-Nya, paling tidak, kita telah menghindarkan diri dari cinta dunia secara berlebihan, sehingga dengan demikian kita akan terlindungi dari pengaruh dan godaan dunia yang berlebihan.

Hanya orang-orang yang cinta kepada Allah sajalah yang dapat menghindarkan dirinya dari pengaruh dunia secara berlebihan. Hal ini tidak berarti kita tidak boleh memiliki kekayaan. Bukan demikian maksudnya.. tetapi kita hendaknya waspada terhadap kekayaan yang kita miliki, jangan sampai kekayaan itu justru akan membawa bencana bagi kehidupan kita di akhirat nanti. Setiap individu tentu sadar bahwa dirinya sangat membutuhkan kekayaan duniawi, namun harus disadari bahwa kebutuhan yang amat berlebihan itu sangatlah berbahaya, karena dia adalah musuh yang akan menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka. Oleh karena itu hendaklah waspada dengan kewaspadaan penuh agar jangan sampai tertipu olehnya (dunia).

Menurut kebiasaannya, musuh kita itu (dunia) akan mengambil berbagai bentuk tipuan antara lain:
– Berpura-pura akan tetap bersama kita, namun kenyataannya perlahan-lahan akan menyingkir dan meninggalkan kita serta menyampaikan salam perpisahan. Seperti halnya bayangan yang tampaknya tetap, ternyata selalu saja bergerak meninggalkan kita yang sedang memperhatikan bayangan.
– Dibalik kedok wajah nenek sihir yang berseri-seri, berpura-pura cinta kepada kita, namun akhirnya berbelok menjadi musuh bagi kita, meninggalkan kita dalam keadaan mati merana, karena tak dapat melepaskan diri dari derita siksa neraka yang amat pedih. Akibat cinta kita padanya secara berlebihan sampai melupakan bakti kepada Allah.
Nenek sihir ini pernah ditanya oleh Nabi Isa as : “berapa suamimu?”, jawabnya: “tak terhitung”, ditanya lagi: “mereka telah mati atau kamu ceraikan?”, jawabnya: “mereka kami penggal semuanya”.
Rasulullah saw pernah bersabda tentang nenek sihir ini: “Di hari pengadilan, dunia (bukan bumi) ini dalam bentuk nenek sihir yang seram wajahnya, matanya hijau, giginya bertonjolan. Orang-orang yang melihatnya berkata: ‘ampun siapa ini?’, jawab malaikat: ‘inilah dunia yang engkau jadikan ajang perebutan, peperangan, perkelahian, saling bunuh membunuh dan merusakkan kehidupan yang satu dengan yang lainnya'”. Selanjutnya Rasulullah saw berkata: “kemudian nenek itu dicampakkan ke dalam neraka sambil menjerit sekeras-kerasnya dan berkata: ‘dimana pecinta-pecintaku dahulu?’, kemudian Allah memerintahkan melemparkan manusia-manusia yang mencintainya ke dalam neraka bersama-sama”.

Renungkan sedalam-dalamnya nenek sihir yang diceritakan oleh Nabi saw tersebut, kebenarannya sudah pasti akan terjadi apabila kita pelaku pecinta dunia. Karena itu waspadalah tipu daya duniawi, karena bahayanya sangat besar, bahkan mampu membuat kita kufur dan sesat.

Untuk itu janganlah kita mencintai dunia ini secara berlebihan, tapi cintailah yang memberi dunia itu, karena kepada-Nya-lah kita akan kembali.
“Pada suatu hari dimana harta dan anak-anak tidak berguna lagi kecuali bagi orang-orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih dan didekatkan surga bagi mereka yang bertaqwa”
(QS. Asy Syu’ara: 88-90)

Al Qur’an memberikan indikasi bahwa tidaklah perlu kita berbangga-bangga dengan kekayaan dunia yang melimpah ruah, jika demikian indikasinya, maka ambillah sikap ke arah mana harta itu harus dibelanjakan disamping harus kita penuhi terlebih dahulu kebutuhan rumah tangga kita, demikian juga terhadap kebutuhan anak-anak kita termasuk sikap kita yang jelas dalam mendidiknya agar menjadi anak yang sholeh dan peningkatan iman yang telah ada dalam manifestasi ke-taqwa-annya.

Selanjutnya sikap bagi kita terus upayakan membersihkan hati bersamaan dengan kekayaan yang kita miliki. Kekayaan dapat kita bersihkan melalui pemenuhan kewajiban zakat dan shodaqoh-shodaqoh yang lain, bagi hati dapat dibersihkan dengan ber-dzikir serta bertasbih tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu melalui sarana sholat tahajud. Dengan sikap demikian secara otomatis kita akan memiliki pengertian terdalam tentang posisi dunia yang akan dihancurkan oleh Allah (bukan buminya yang dihancurkan). Bila kita sudah mencapai pengertian yang dalam tentang posisi dunia ini, maka alihkan perhatian kita ke arah bathin khususnya hati, yang selama ini disibukkan oleh kepentingan dunia melulu. Hati kita, kita bersihkan sedemikian rupa sampai mencapai qobun salim. Qolbun Salim adalah qolbu yang penuh kedamaian, suci dan bersih, menjadikan diri kita sebagai makhluk ciptaan yang dimuliakan oleh Allah sekaligus menjadi penduduk surga.

“dan didekatkan surga bagi orang-orang yang bertaqwa”
(QS. Asy Syu’ara: 90)

Dengan taqwa itu pula kita secara otomatis menjadikan harta dunia yang kita miliki menjadi kebun di akhirat dan tidak akan kita jadikan sebagai bahan bakar buat diri kita, dengan demikian kita telah diselamatkan oleh Allah. Untuk itu perbanyaklah rasa syukur kepada-Nya.

“Kehidupan dunia ini hanyalah senda gurau dan permainan belaka, karenanya jangan sampai kalian ditipu oleh kehidupan dunia”
(QS. Al Ankabut: 64. QS. Luqman: 33)

~Tebarkan slm & jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemrin~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s