penyelam mutiara

[57.20] Ketahuilah, bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang
melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di
akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta
keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan
yang menipu.
(QS.Al-Hadid:20)

Perjalanan hidup kita,
manusia…tidak ubahnya bagaikan kisah…penyelam mutiara. Seorang penyelam
mutiara…dalam melaksanakan tugasnya….selalu dibekali dengan tabung
oksigen…yang terpasang dipunggungnya. Pada saat ia terjun
menyelam…niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara…sebanyak-banyaknya.

Tetapi…begitu
ia berada dibawah permukaan laut…ia mulai lupa pada apa yang harus
dicarinya…Kenapa ?…Ternyata pemandangan di dalam laut… sangat
mempesona. ..Bunga karang yang melambai-lambai…seolah-olah memanggilnya
?…Ikan-ikan hias berwarna-warni..yang saling berkejaran dengan
riangnya…membuatnya terpana? ..Ia pun lalu terlena…ikut bercanda
ria…melupakan tugasnya semula …untuk mencari tiram mutiara yang berada
jauh didasar laut

Hingga pada suatu saat…dia terkejut…manakala
disadarinya…bahwa oksigen yang berada dipunggungnya… tinggal sedikit
lagi ?…Timbullah rasa takutnya ?…Tidak terbayangkan
olehnya…bagaimana kemarahan majikannya kelak…bila ia muncul
kepermukaan…tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan ? …Maka
dengan tergopoh-gopoh…ia pun berusaha untuk mencari tiram mutiara yang
ada disekitarnya…Namun sayang…kekuatan fisiknya sudah melemah…energinya
sudah habis terkuras…bercanda ria dengan keindahan alam dibawah laut.

Akhirnya..isi
tabung oksigennya benar2 kosong…sehingga walaupun tiram mutiara yang
diperolehnya sangat sedikit…mau tidak mau…ia harus muncul ke
permukaan…Malangnya lagi…karena tergesa-gesa…dia tidak sempat mengikat
kantongnya dengan baik…sehingga ketika tersenggol ikan2 yang
berseliweran disekelilingnya….tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan
susah payah itu…sebagian tertumpah lagi keluar kantongnya.

Di
permukaan…majikannya telah menunggu ?…Begitu dilihatnya… isi kantong
si penyelam tidak berisi tiram mutiara…sebagaimana yang ia harapkan…maka
tumpahlah caci makinya…dan saat itu juga si penyelam dipecatnya…tanpa
pesangon sedikitpun ?…Tentu saja bisa kita bayangkan…bagaimana
gundahnya perasaan si penyelam.

Dengan penuh rasa penyesalan…si
penyelam berusaha meminta kesempatan ulang untuk menyelam kembali :”
Tuan,.. ijinkanlah saya untuk menyelam kembali…pasti saya akan mencari
tiram mutiara sebanyak-banyaknya ?”….Namun ..sang majikan dengan tegas
menolaknya…” Percuma engkau ..aku beri kesempatan…ternyata engkau hanya
pandai membuang-buang oksigen saja.”

Kisah Penyelam Mutiara
diatas…mirip dengan perjalanan hidup kita manusia di dunia ini…Tabung
oksigen adalah perlambang jatah umur kita manusia…Tiram Mutiara
mengibaratkan pahala2 yang harus kita kumpulkan…Dan tiram mutiara yang
tumpah mengibaratkan pahala2 kita yang hilang karena riya …Sedangkan
keindahan yang ada di dalam lautan…melambangkan godaan2 kenikmatan
duniawi…berupa harta…tahta…dan wanita

Marilah kita
berintrospeksi…koreksi dan mawasdiri…sudah cukupkah pahala/ tiram
mutiara yang kita perolah ?…Sehingga bila suatu saat kita harus muncul
ke permukaan…harus menemui majikan kita…yaitu Allah swt…Allah ridha
untuk menerima kita ?.

Apalagi Allah swt telah berfirman dalam Al Qur’an, Surat Al-Ankabuut (29) ayat 64 :

[29.64]
Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka
mengetahui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s