Wahai Insan Bercerminlah (BACA DAN INTROPEKSILAH)

the-power-of-muhasabah
Wahai Insan Bercerminlah (BACA DAN INTROPEKSILAH)

Sudahkah kita bercermin pada diri sendiri??
Lihatlah mulutmu, lihatlah hatimu
Sudah baikkah dia???
Benarkah tidak ada penyakit yang tersimpan didalamnya??

Wahai mulut…
Apa gerangan yang sering engkau ucapkan??
Apakah aku selama ini tlah tertipu??
Adakah hati-hati yang engkau remuk dengan kata-katamu yang mengiris tajam??
Adakah kata-katamu yang semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang??
Benarkah engkau menyebut nama Allah dengan tulus??
Benarkah engkau merasa syahdu memohon agar Allah mengampunimu??

Wahai hati…
Apakah engkau shaleh atau shalehah seperti yang engkau tampakkan??
Khusyu’kah sholatmu? Dzikirmu? Doa-doamu??
Ikhlaskah engkau melakukan semua itu??
Jujurlah wahai tubuh yang malang….
Ataukah engkau menjadi makhluk riya tukang pamer??
Atau engkau merasa punya kelebihan daripada orang lain??

Apakah yang engkau pamerkan??
Apakah yang engkau sombongkan??
Hartakah??
Apa yang akan engkau banggakan dari hartamu??
Apakah engkau berpikir bahwa harta yang engkau peroleh hanya karena hasil usahamu sendiri?
Seperti yang diucapkan Qarun “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku” (Al-Qashash 28 : 78)
Ingatlah… jika Allah berkehendak, hartamu akan binasa seketika…
Bukankah kita sudah mengetahui “bahwa Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta (QS 28 : 78)

Nasabkah yang engkau banggakan??
Apa yang akan engkau banggakan dari nasabmu??
Berdarah birukah?? Orang terkenalkah??
Tak ada gunanya hal tersebut dimata Allah
Yang membedakan kita hanyalah taqwa
Dan kelak dihari kiamat tiada berguna nasabmu itu
Karna “ Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (Al-Mukminun : 101)

Ohhh… mungkinkah kekuasaan yang engkau banggakan??
Apalah artinya kekuasaan,
Jika roh berpisah dengan ragamu,
kekuasaan takkan dibawa hingga keliang kubur.
Atau… engkau bangga karna engkau merasa cantik / gagah??
Ingatlah, seiring berjalannya waktu
Kecantikan atau kegagahanmu akan sirna juga
Dan ingatlah “apa saja yang diberikan kepada kamu (kekayaan, jabatan, keturunan dsb), maka itu adalah keni’matan hidup duniawi dan perhiasannya, sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? “(Al-Qashash 28 : 60)

Hmmm…ternyata bukan hanya itu ??
Amal ibadahkah yang engkau banggakan sekarang??
Apa yang akan engkau banggakan??
Merasa dekat dengan Allah kah??
Merasa bahwa Allah tlah menuliskan namamu di syurga sana??
Apakah engkau merasa sempurna amal ibadahmu dibandingkan orang lain??
Engkau merasa tlah menegakkan amar makruf nahi mungkar?
Engkau merasa dirimu pantas dihormati dan menjadi panutan?
Engkau merasa hanya nasehatmu saja yang pantas didengar?
Apakah engkau merasa derajatmu lebih tinggi dibandingkan orang lain??
Duhai hati yang merasa bangga karna amal ibadah…
Pernahkah engkau berpikir bahwa amal ibadahmu akan lenyap karna sifatmu itu…
Ridhokah Allah dengan sikap dan sifatmu yang membanggakan amal ibadahmu dan merasa lebih baik daripada orang lain??
Tak terpikirkah olehmu betapa murkaNya Allah karnanya??
Ingatlah…”Janganlah engkau semua melagak-lagakkan dirimu sebagai orang suci. Allah lebih mengetahui siapa yang sebenarnya bertaqwa.” (an-Najm: 32)

Jangan-jangan… ilmu pengetahuan yang engkau miliki pun engkau banggakan sekarang??
Merasa pintarkah engkau sehingga yang lain engkau anggap bodoh?
Merasa ilmumu luas dan dalamkah sehingga engkau merasa harus menjadi rujukan?
Apakah engkau merasa hanya engkaulah yang pantas menasehati orang lain,
sedangkan orang lain yang ilmunya dibawahmu tak pantas menasehatimu?
Merasa bahwa engkau murid dari seorang guru / kiyai terkenalkah sehingga engkau tak ingin mendengar nasehat selain dari guru/ kiyaimu, apalagi nasehat dari mereka yang awam daripadamu?
Oohhh… betapa naifnya dirimu yang menganggap seperti itu…
Ingatlah, ilmu yang engkau dapatkan hanyalah setetes ilmu dari lautan ilmu milikNya
Dan ingatlah diatas langit masih ada langit
Untuk apa engkau banggakan ilmumu yang hanya akan merusak amal ibadahmu
Karna yang Allah nilai hanyalah keikhlasanmu dalam menuntut ilmu dan memberinya kepada yang lain
Maka tanamkanlah ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk
Semakin banyak tahu maka semakin tawadhu
Pernahkah engkau berpikir bahwa siapa tau orang yang menasehatimu walau sedikit ilmunya namun dimata Allah ia adalah hamba yang sangat dicintaiNya,
Karna ilmunya yang sedikit dapat membuat hatinya bersih dan beribadah dengan baik kepada Allah Dibandingkan dirimu yang banyak ilmunya namun telah tertanam kesombongan dalam hatimu itu
Dan ingatlah…Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)

Sudahkah engkau menyadari kesalahanmu??
Atau mungkin engkau tak menyadari dirimu berpenyakit??
Cobalah tanya kepada sahabatmu atau orang yang kenal dengan dirimu
Biarkan mereka mengomentari tentang sifat dan sikapmu
Mungkin dia bisa melihat mulutmu berpenyakit atau hatimu yang berpenyakit
Carilah sahabat yang benar-benar sahabat
Karna sahabat yang baik adalah sahabat yang dapat memberi nasehat
Yang dapat memberitahukan keburukanmu bukan yang membenarkan kata-katamu

Owh, lihat…ternyata ada temanmu yang mengatakan engkau sombong
Apa yang akan engkau perbuat??
Engkau musyawarahkan apa kesalahan yang ada padamu dengannya??
Engkau menyadari dan bertobat karnanya??
Subhanallah, Alhamdulillah… engkau tlah diberikan hidayah oleh Allah.
Ohhh tidakkkk….apa yang sebenarnya terjadi??
Ternyata engkau marah dan kesal karenanya
Lihat apa yang engkau lakukan sekarang…
Tanpa musyawarah dan muhasabah tentang kebenarannya,
Engkau mencari alasan untuk membenarkan perkataan dan perbuatanmu
Bahkan engkau tlah menghina mereka karna engkau menganggap dirimu benar
Sungguh celakalah dirimu, hatimu benar-benar tlah tertutup dan engkau tlah tersesat dari kebenaran,
Tiada lagi gunanya semua nikmat yang engkau miliki, amalmu yang banyak dan ilmu agamamu yang luas tersebut
Karna “tidak akan masuk surga seseorang yang didalam hatinya ada rasa sombong, meski hanya seberat biji sawi” (HR.Muslim)

Duhai diri yang tlah lengah
Bertaubatlah… bersihkan mulutmu
Jadikanlah mulutmu yang slalu berdzikir kepada Allah
Jadikanlah mulutmu yang memberi manfaat,
Yang membuat orang lain tidak berputus asa dengan rahmat Allah
Dan tidak menjerumuskannya kedalam kedurhakaan kepada Allah.
Betapa banyak orang-orang yang terjerumus kedalam neraka karena mulut dan hatinya
Pernahkah engkau berpikir mungkin namamu sudah tercatat dalam nama penghuni neraka?
Ingatlah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya ada seorang hamba yang mengucapkan suatu kalimat dengan tanpa memikirkannya (terlebih dahulu), yang dengan sebab itu ia tergelincir ke dalam neraka yang kedalamannya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.” (HR. Bukhori Muslim)

Wahai insan yang lalai…
Bertaubatlah… Bersihkanlah hatimu, jadilah orang yang bertawadhu
Janganlah engkau meremehkan siapa pun
Karna “cukup menjadi kejahatan seseorang jika dia meremehkan saudaranya seislam” (HR. Muslim)
Dan janganlah engkau mengharapkan kehormatan dari siapapun
Karna “ barangsiapa senang jika orang-orang berdiri menghormatinya, hendaklah dia mempersiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR Ahmad)
Buanglah semua sifat buruk yang bersarang dihatimu
Karna kita “hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaatiNya semata-mata karena menjalankan agama” (Al-Bayyinah: 5)

(My Diary_Muhasabah Untukku & untukmu_Wahai insan bercerminlah)

Ya Allah, aku memohon kepadaMu ketegaran dalam menghadapi segala permasalahan. Aku memohon dengan sangat kepadaMu untuk memberikan curahan petunjuk serta aku memohon kepadaMu dapat mensyukuri nikmat dan rajin melakukan ibadah. Aku memohon kepadaMu lisan yang jujur dan hati yang lurus. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang Engkau ketahui serta aku memohon kebaikan yang Engkau ketahui. Serta aku memohon kepadaMu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui sebab hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib (HR Imam Tirmidzi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s