Kematian tidak mengira umur tua atau muda.

1533959_637043279666972_1596584625_n
Kematian tanpa mengira umur tua atau muda.

MAKHLUK BERNYAWA PASTI MENGALAMI MATI

Makhluk bernyawa pasti mengalami mati. Dan tibanya kematian seseorang tidak disangka-sangka. Memang kematian merupakan ketetapan Allah yang tidak bisa ditawar lagi. Sekalipun manusia tidak mengetahui kedatangan mati, namun yang jelas semua makhluk bernyawa pasti mengalami mati. Allah berfiman yg artinya:
“Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati” (QS. 3 : 185).

Semua makhluk Allah tak terkecuali akan musnah, sekalipun makhluk ghaib pada saatnya nanti. Hanya Allah yang maha kekal. Jika ajal menjeput kita, dimana anda berada pasti datang. Kematian seseorang tidak bisa ditunda dan diajukan sedikitpun dan memang semua itu sudah diatur sedemikian oleh Allah SWT.

Walaupun kita sembunyi digedung yang tinggi lagi kokoh, bila ajal tiba, maka kesembunyian itu tak ada artinya, dan pasti menemuinya maut. Allah berfirman : yang artinya:
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di benteng yang tinggi lagi koko” (QS. 4 : 78).

Mati berarti terpisahnya antara jasad dan ruh dalam jangka waktu tertentu, karena pada saat manusia dibangkitkan dalam kuburnya maka ruh dan jasad akan menyatu kembali. Ketahuilah setelah ruh pisah dengan jasadnya, tidak berarti persoalan yang di hadapi selesai sampai di situ, akan tetapi, jasad dalam kubur ditanya oleh makaikat Munkar dan Nakir. Di alam kubur inilah manusia tidak lepas dari persoalan-persoalan ghoib lainya. Dan pada alam kubur itu manusia hidup yang ketiga tingkatan. Allah berfirman:
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu kemudian kamu dimatikan dan dihidupkanNya kembali, kemudian kadaNyalah kamu dikembalikan” (QS. 2 : 28).

Manusia di alam kubur sifatnya sementara, karena alam kubur adalah sebagai penantian untuk menuju akhirat. Jadi setelah di alam kubur pada saat yang telah ditentukan Allah, manusia akan dibangkitkan. Allah berfirman:

“Setelah itu kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati” (QS. 2 : 56).
“Dan bahawasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubuq” (QS. 22 : 7).
Setelah kita memahami firman Allah, maupun hadits Nabi Saw, maka kita haruslah menyadari betul, bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti mengalami mati. Dengan menyadari kejadian yang pasti menimpa seseorang, maka kita harus berusaha yang optimal untuk berlomba dalam amal kebajikan. Dan semua itu merupakan bekal untuk menghadapi kematian. Kebahagiaan yang akan dirasakan seseorang tergantung amal usaha yang baik tatkala hidup di dunia. Namun sebaliknya kehinaan serta kesengsaraan di alam kubur dan alam akhirat tergantung kejekan amal usahanya tatkala hidup di dunia. Jadi hidup di dunia inilah sebagai penentu beruntung atau celakanya seseorang di akhirat kelak. Karena dunia adalah tempat menanam untuk bekal di akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s