Harta Termahal bagi Seorang Laki-laki: Istri Sholehah

10352253_10153192539962785_7814817145780866959_n

 

Harta Termahal bagi Seorang Laki-laki: Istri Sholehah

Beberapa saat menjelang tidur, di atas tempat tidurku, aku berpaling kepada istriku yang sedang terlelap dalam tidurnya. Aku perhatikan wajahnya, dan aku berkata di dalam diriku,,

“Kasihan dia, setelah bertahun-tahun hidup bersama kedua orang tua dan keluarganya, saat ini dia harus tidur di samping seseorang yang asing baginya,,,

meninggalkan rumah kedua orang tuanya, manja tawa bersama orang tuanya, dan semua kenangannya di rumahnya,,

Kemudian dia hidup bersama seorang laki-laki yang mengajaknya dalam hal yang ma’ruf dan mencegahnya dari hal yang munkar, dan melayaninya dalam mencari ridha Allah. Dan itu semua mengikuti tuntunan agama,,,

subhanallah,,,

kemudian, aku bertanya-tanya di dalam diriku,,,

Bagaimana bisa sebagian laki-laki tega memukul istrinya dengan tanpa belas kasihan, setelah dia berkorban meninggalkan rumah keluarganya untuk tinggal bersamanya?!

Bagaimana bisa sebagian suami tega untuk keluar rumah bersama teman-temannya ke rumah makan dan makan sesukanya, namun dia tidak peduli dengan yang di rumah?!

Bagaimana bisa sebagian suami, yang lebih senang duduk bercengkrama dengan teman-temannya daripada dengan istri dan anak-anaknya?!

Bagaimana bisa sebagian suami tega menjadikan rumahnya sebagai penjara bagi istrinya dan tidak pernah mengajaknya keluar bersamanya, bahkan merasa tidak nyaman ketika bersamanya?!

Bagaimana bisa sebagian suami yang membiarkan istrinya tidur sedang di dalam dadanya sedang mendidih karena emosi kepada suaminya tentang suatu masalah dan air mata sedang menghangatkan pipinya?!

Bagaimana bisa sebagian suami bepergian jauh dan meninggalkan istri dan anak-anaknya, tanpa memperdulikan kondisi dan keadaan mereka sepeninggalnya?!

Bagaimana bisa sebagian suami tega tidur dengan wanita asing dan tidak halal baginya dan dia meninggalkan istrinya yang suci di rumah, dan sedang menantinya?!

Bagaimana bisa sebagian suami enggan menunaikan tanggung jawab yang dia akan ditanya kelak, sebagaimana yang disampaikan oleh sang kekasih, Rasululah -shallallahu ‘aaaihi wasallam-?!

Bagaimana bisa sebagian suami melihat istrinya bekerja dan menafkahi diri dan keluarganya, dan dia berdiam diri di rumah, makan, minum dan tidak berbuat apa2?!

(‘Aidh alQorni)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s