(SURAT CINTA UNTUK CALON ISTRIKU)

 

11066787_1089299394432278_1235689983173548128_n

(SURAT CINTA UNTUK CALON ISTRIKU)

Bissmillahirrahmanirrahiim.
Wahai calon istriku dimanapun engkau berada sekarang, bila saatnya tiba kau membaca surat cintaku ini, aku hanya berharap di hari saat dimana kau kecup tanganku untuk yang pertama kali dihadapan penghulu, para saksi, orang tua kita, saudaramu, saudaraku, sahabatmu dan sahabatku adalah simbol cintamu yang akan selalu ada disisiku sampai malaikat Izrail menghampiri kita.

Wahai calon bidadari surgaku, jangan kaget ya bila aku menuliskan surat cinta ini jauh dari hari saat di mana kau membacanya. Saat aku belum melihat paras cantikmu, saat aku belum mengenal akhlak muliamu, saat aku belum tahu namamu. Jangan khawatir sayang, dulu kita sudah pernah bertemu. Saat di alam ruh. Alloh telah memilihkan dirimu untuk menjadi istriku, saat empat bulan masa kandunganku di dalam perut ibu. Sejak saat itu namamu sudah disandingkan di sebelah namaku. Sejak saat itu aku sudah mencintaimu.

Hai cantik, selain mahar yang kau minta saat pernikahan kita nanti. Aku ingin memberikan sebuah hadiah lagi untukmu yaitu mukjizat Nabi kita yang terakhir. Al-Qur’anul Karim, yang akan selalu kau baca dengan suara merdumu, sebagai pelepas lelahku sepulang aku bekerja. Al-Qur’anul Karim, yang akan kau ajarkan betapa indah lantunan ayat-ayat suci kepada anak-anak kita nanti. Al-Qur’anul Karim, yang akan kau baca tepat disampingku nanti, saat aku telah terkulai lemah tak lagi berarti walau hanya untuk menjentikan jari. Al-Qur’anul Karim, yang akan selalu kau bawa dan kau baca tepat di samping nisanku nanti apabila malaikat Izrail menjemputku lebih dulu. Tetap bacakan untukku walau hanya satu ayat ya sayang, aku pasti akan selalu merindukan suara bidadariku bernyanyi yaitu saat kau mengaji.

Hai cinta, mungkin aku tak lebih hebat dari ayahmu dalam menjagamu. Aku tak segagah ia melindungi dirimu dan mempertahankanmu dari para pria yang menginginkanmu darinya, termasuk aku yang pada akhirnya suatu saat nanti ia percayakan sebagai penggantinya untuk menjagamu. Tapi cinta, percayalah. Kaulah alasanku untuk belajar menjadi pria yang kuat. Pria yang rela walau harus sampai mati untuk melindungimu, demi menjaga hatimu, kehormatanmu juga ragamu. Dinginnya malam sekali pun tak akan aku biarkan mengigit kulit indahmu sayang.

Wahai calon pintu surga bagi anak-anakku kelak, saat kau sudah menggenapkan agamaku nanti, sesudah kau “Aamiiin” kan bacaan Al-Fatihahku untuk yang pertama kali dan setelah pertama kalinya kau cium tanganku selepas sholat, aku ingin saat itu kau selalu menjadi pengingatku. Aku hanyalah manusia biasa yang terkadang lupa dan sering melakukan salah dan aku hanyalah laki-laki yang tak peka seperti wanita. Sekali kau memohon: “Maukah kau lakukan itu untukku?” Demi apa pun, apalah arti dunia ini jika aku melihat air matamu, pasti akan kulakukan sepenuh hati hanya untukmu.

Wahai mentariku, aku berjanji tanpa sedikit pun aku menentang hal yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Saat kau menjadi istriku nanti, akan ku jadikan kau satu-satunya bidadari dunia dan akhiratku. Seperti halnya Sayiddina Ali yang menjadikan Fatimah Az Zahra sebagai satu-satunya bidadari bumi yang dimilikinya.

Hai kasih, tenanglah. Saat aku telah menjadi imammu nanti, tak akan pernah berhenti aku untuk mencari rezeki. Selama masih keluar keringat ku peras dari tubuhku, selama masih kuat ku banting tulang punggungku, aku akan terus menafkahimu. Tak akan kubiarkan kau dan anak-anak kita nanti kelaparan dan kehausan. Dan aku pastikan bahwa kalian tak akan pernah kekurangan cinta dariku.

Wahai tulang rusukku yang hilang, kalau boleh aku meminta. Aku menginginkan putri yang menjadi buah hati kita yang pertama. Kita didik ia menjadi anak yang saleha dan akan ku tanam sekeping jiwamu pada dirinya. Agar apabila suatu saat nanti kau yang di panggil lebih dulu oleh pemilikmu yang sebenar-benarnya, aku masih bisa melihat kau dalam diri putri kita. Dan aku ingin putra kita hanya terpaut satu tahun dengan kakaknya. Agar ia bisa tumbuh dewasa bersama saudari kandungnya. Dan akan ku tempa ia agar menjadi pria yang kuat, bahkan melebihi aku. Agar apabila suatu saat nanti aku yang kembali lebih dulu ke sisi-Nya, ia bisa menjaga ibu dan kakaknya seperti yang telah kulakukan dan kuajarkan kepadanya.
Hai manis, saat aku resmi menjadi suamimu nanti. Tak akan kulewatkan pagi tanpa mengecup keningmu yang harum. Akan kulakukan setiap aku hendak bekerja atau setiap kali aku hendak pergi meninggalkanmu. Dan akan selalu kulisankan tiga kata setelah bibirku ini meletakkan cinta di wajahmu: “I Love You”. Dan tak akan kulewatkan pula detik berharga sebelum kau memejamkan mata, kembali akan kuletakkan cinta di kening atau pipimu. Aku tak akan bosan untuk menciummu setiap hari sayang. Seperti halnya nabimu juga nabiku yang tak pernah bosan melakukan hal romantis ini kepada istrinya setiap hari.

Bidadariku, aku tahu perjalanan bahtera kita tak akan selalu berlangit cerah, karena syaitan pun tak akan pernah berhenti untuk merusak hidup manusia sampai hari kiamat tiba. Maka ingatkanlah aku dengan kelembutan hatimu, agar tak ada hal lain yang kulakukan untukmu selain mencintaimu dan melindungimu. Sungguh aku tahu wanita itu tercipta dari tulang rusuk pria yang paling bengkok. Maka tak akan ku paksa untuk meluruskan kau hingga patah dan tak akan pula kubiarkan kau tetap bengkok. Islam yang akan selalu menuntunku bagaimana seharusnya aku memperlakukanmu. Sayang percayalah, aku akan selalu mencintaimu di setiap waktuku. Aku akan tetap menciummu, meski pipimu tak lagi sekencang dulu, meski keriput telah menggarisi keningmu. Aku akan tetap membelai rambutmu, meski putih telah memakan habis hitamnya yang indah. Aku akan tetap memelukmu, meski bungkuk badanmu dan ringkih tubuhmu, aku akan selalu berada disampingmu hingga ujung usiaku.

Berjanjilah cinta, apabila tiba saatnya malaikat Izrail memamerkan surga dan neraka di kedua sayapnya di hadapanku. Jangan pernah berhenti untuk membisikkan nama Alloh di telingaku, jangan pernah kau lepas genggaman tanganku dan jangan dulu kau jatuhkan air matamu sebelum malaikat benar-benar mencabut ruh dari ragaku, karena sudah ku bilang: “Apalah arti dunia ini jika aku melihat air matamu”.

Tenanglah kasih, batu nisan memang akan memisahkan dunia kita nanti, tapi ia tak akan pernah mampu untuk memisahkan cinta kita berdua, karena aku mencintaimu sejauh pandangan dunia dan seindah taman-taman surga di akhirat kelak.

Semoga Alloh mengabulkan doa di setiap sujudku, agar pernikahan kita nanti tak hanya dilanggengkan di dunia, tapi juga diabadikan di taman surga-Nya.

Aamiiin ya Rabbal’alamiin…
Aku mencintaimu karena Alloh, wahai bidadari surgaku..

Dari : Calon Imam Hidupmu”Rafli”

 

Iklan

2 thoughts on “(SURAT CINTA UNTUK CALON ISTRIKU)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s