Fenomena Left Group dakwah

 

keep-calm-and-istiqomah-3

Fenomena Left Group.
“Ah bikin sakit hati nih omongannya, yaudalah gue left group aja”

“Ya ampun..ini grup sepi amat. Buat apaan ada grup , yaudalah left grup aja”

“Ih parah banget chat gue ga direspon tapo yang lain direspon, ah bt.yaudah left grup”

“Ahhh berisik banget ini grup.. ganggu aja ah, bikin hp nge-hang aja ih. Mending chat nya penting. lalu ia.left grup”

Dan masih banyak yang lainnya..
sob, kenapa sih mudah banget kita left grup?
Mungkin menurut sebagian orang itu hal yang sederhana, hanya keluar dari suatu grup.
Keluar dengan berbagai alasan yang sebenarnya hanya terlintas sebagai peluap emosi sesaat.
Padahal, dengan banyaknya orang yang mudah left grup sesuka hatinya akan mempengaruhi kondisi psikologis anggota yang lain.
Bahkan, semakin seringnya itu terjadi dalam sebuah grup akan mengubah esensi kebersamaan grup tersebut. Atau bisa juga memutuskan tali silaturrahmi sebuah komunitas atau kelompok. Jika dibiarkan, fenomena left grup ini akan sering terulang dan berpola.
Seseorang yang sedang merasa tidak nyaman dalam segi emosinya, ia akan mudah terprovokasi dengan apapun dan left grup merupakan jalan pintas untuk keluar dari masalah yang seharusnya bukan menjadi masalah bila ia mau lebih bersabar dan memahami anggota grup yg lain.

Sebenarnya, kita bisa lebih merenungi awal mula kita masuk dalam sebuah grup komunitas atau grup lain.
Tentunya, kita punya 1 niat karena Allah untuk bergabung dalam sebuah grup.

Untuk menjaga silaturrahim, untuk berdiskusi untuk kebaikan, untuk mengingatkan tentang kebaikan atau bahkan untuk bersinergi dalam menjalankan suatu amanat.

Sebuah grup pun dibuat bukan untuk main-main melainkan untuk memudahkan kita dalam berkoordinasi dan berhubungan dengan anggota yang lainnya.

Ada beberapa tips untuk menghindari terjadinya fenomena “Left grup” ini :
– Ingat kembali tujuan dibentuknya grup tersebut.
– Hidupkan grup dengan sapaan ringan yang hangat sehingga semua anggota nyaman dan merasa dianggap.
– Menjadi member yang responsible dalam menanggapi info penting. Karena jika ingin dihargai maka mulailah untuk menghargai org lain.
– Berusaha mengenal setidaknya beberapa anggota grup yang sering muncul, pahami gaya bicaranya dan kepribadiannya agar jika ada kata2 yang tidak baik bisa kita pahami dan mengurangi salah paham.
– Selalu berpikiran positif terhadap grup. Jika grup sedang sepi mungkin anggotanya sedang sibuk, atau jika terlalu ramai mungkin anggota grup sedang luang. So, manfaatkanlah moment kebersamaan didlm grup.

Jika kita selalu menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi, takkan ada perubahan yg kita dapat. Bahkan kebencian yang akan melekat dalam hati kita.

Tetapi , mulailah menjadi pribadi yang lebih baik dan menghargai setiap detik yang terjadi. Bersyukur atas segala pencapaian yang telah dimiliki dan mencintai semua orang2 yang hadir dalam hidup kita meski dalam dunia nyata ataupun maya. Karena setiap yg terjadi merupakan takdir yang Allah rencakan untuk kita.

Dipertemukan dengan orang2 yg awalnya tidak saling kenal atau bahkan ada dibelahan dunia yang mana.
Namun, Jika Allah yg menyatukan mungkin dimaksudkan untuk satu hal. Yaitu, untuk saling mengingatkan tentang kebaikan dan kesabaran.

‪#‎Aku‬KamuDanJalanDakwahKita

Ttd,
Jakarta 31 Juli 2015

Arif Agung Pamuji

NB: Jarkoman ini sudah meluas ke seluruh Indonesia. So? Bagikan ke group komunitas kalian.

Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s