Jika pertanyaannya “Kapan siap berubah untuk jadi baik?”

11045497_973670212671236_6012485537021181626_n

 

Jika pertanyaannya “Kapan siap berubah untuk jadi baik?” Bisa jadi ada yang menjawab:

“tunggu nanti, masih mau senang-senang dulu sekarang”

“nanti kalau sudah lulus”

“besok kalau sudah puas ini itu”

Andaikan pertanyaanya diganti menjadi “Kapan siap mati?”

Pasti kita akan terhenyak | mampukah kita menjawab dengan enteng “besok-besok aja deh” | atau “ntar aja pas udah jadi baik”, mampukah? |

Kita sadar diri ini masih jauh dari baik. Kita sedikit berbuat amal shalih, yang itu pun belum tentu diterima. Namun dosa kita sudah pasti bertumpuk banyak | sementara kita tak pernah tahu kapan akan dijemput maut, dan kita tak pernah akan merasa siap |

Maka, bukankah tak ada alasan sedetikpun selagi hidup untuk menunda menjadi baik?

Bukankah kita tak punya alasan untuk tak menyegerakan berhijab dan menyempurnakannya sesuai syariat?

Bukankah kita tak punya alasan menunda untuk putus segala bentuk hubungan yang tak halal yang Allah tak ridhai?

Bukankah kita tak punya alasan menunda untuk menuntut ilmu Islam, berdakwah dan mengamalkannya? |

Tak ada alasan, selain kematian itulah sebenar-benarnya alasan | motivasi bagi kehidupan, agar senantiasa bergerak maju menuju perubahan hakiki |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s