karena Rp 150 Rupiah 😭

 

FB_IMG_1468733883112

 

✔️ KARENA 150 RUPIAH 😭😭😭

Siapkan tissyu 😭😭😭

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim.

Ada satu kisah nyata yang sangat BERHARGA, diceritakan seorang trainer Kubik Leadership yang bernama Jamil Azzaini di kantor Bea dan Cukai Tipe A Bekasi sekitar akhir tahun 2005.

Saat itu ia menceritakan satu kisah dengan sangat menyentuh dan membuat air mata pendengar berurai.

Mohon berkenan dibaca dan diambil ibroh nya.
Berikut kisahnya:

Pada akhir tahun 2003, istri saya selama 11 malam tidak bisa tidur. Saya sudah berusaha membantu agar istri saya bisa tidur, dengan membelai, diusap-usap, masih susah tidur juga. Sungguh cobaan yang sangat berat. Akhirnya saya membawa istri saya ke RS Citra Insani yang kebetulan dekat dengan rumah saya. Sudah 3 hari diperiksa tapi dokter tidak menemukan penyakit istri saya.

Kemudian saya pindahkan istri saya ke RS Azra, Bogor. Selama berada di RS Azra, istri saya badannya panas dan selalu kehausan. Setelah dirawat 3 bulan di RS Azra, penyakit istri saya belum juga diketahui penyakitnya.

Akhirnya saya putuskan untuk pindah ke RS Harapan Mereka di Jakarta dan langsung di rawat di ruang ICU. Satu malam berada di ruang ICU pada waktu itu senilai Rp 2,5 juta. Badan istri saya –maaf- tidak memakai sehelai pakaian pun.

Dengan ditutupi kain, badan istri saya penuh dengan kabel yang disambungkan ke monitor untuk mengetahui keadaan istri saya. Selama 3 minggu penyakit istri saya belum bisa teridentifikasi, tidak diketahui penyakit apa sebenarnya.

Kemudian pada minggu ke-tiga, seorang dokter yang menangani istri saya menemui saya dan bertanya,

“Pak Jamil, kami minta izin kepada pak Jamil untuk mengganti obat istri bapak.”

“Dok, kenapa hari ini dokter minta izin kepada saya, padahal setiap hari saya memang gonta-ganti mencari obat untuk istri saya, lalu kenapa hari ini dokter minta izin ?”

“Ini beda pak Jamil. Obatnya lebih mahal dan obat ini nantinya disuntikkan ke istri bapak.”

“Berapa harganya dok?”

“Obat untuk satu kali suntik 12 juta pak.”

“Satu hari berapa kali suntik dok?”

“Sehari 3 kali suntik.”

“Berarti sehari 36 juta dok?”

“Iya pak Jamil.”

“Dok, 36 juta bagi saya itu besar sedangkan tabungan saya sekarang hampir habis untuk menyembuhkan istri saya. Tolong dok, periksa istri saya sekali lagi. Tolong temukan penyakit istri saya dok.”

“Pak Jamil, kami juga sudah berusaha namun kami belum menemukan penyakit istri bapak. Kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipto dan banyak laboratorium namun penyakit istri bapak tidak ketahuan.”

“Tolong dok…., coba dokter periksa sekali lagi. Dokter yang memeriksa dan saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dok dicari”

“Pak Jamil, janji ya kalau setelah pemeriksaan ini kami tidak juga menemukan penyakit istri bapak, maka dengan terpaksa kami akan mengganti obatnya.” Kemudian dokter memeriksa lagi.

“Iya dok.”

Setelah itu saya pergi ke mushola untuk shalat dhuha dua raka’at. Selesai shalat dhuha, saya berdoa dengan menengadahkan tangan memohon kepada Allah, -setelah memuji Allah dan bershalawat kepada Rasululloh,

“Ya Allah, ya Tuhanku….., gerangan maksiat apa yang aku lakukan. Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga engkau menguji aku dengan penyakit istriku yang tak kunjung sembuh. Ya Allah, aku sudah lelah. Tunjukkanlah kepadaku ya Allah, gerangan energi negatif apakah yang aku lakukan sehingga istriku sakit tak kunjung sembuh ? sembuhkanlah istriku ya Allah.

Bagimu amat mudah menyembuhkan penyakit istriku semudah Engkau mengatur Milyaran planet di muka bumi ini ya Allah.”

Kemudian secara tiba-tiba ketika saya berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa yang pernah aku lakukan? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga aku diuji dengan penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya teringat kejadian berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu ketika saya mengambil uang ibu sebanyak Rp150,-.

Dulu, ketika kelas 6 SD, SPP saya menunggak 3 bulan. Pada waktu itu SPP bulanannya adalah Rp 25,. Setiap pagi wali kelas memanggil dan menanyakan saya, “JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ? JaMil, kapan membayar SPP ?” Malu saya. Dan ketika waktu istrirahat saya pulang dari sekolah, saya menemukan ada uang Rp150, di bawah bantal ibu saya.

Saya mengambilnya. Rp75,- untuk membayar SPP dan Rp75,- saya gunakan untuk jajan.

Saya kemudian bertanya, kenapa ketika berdoa, “Ya Allah, gerangan maksiat apa? Gerangan energi negatif apa yang aku lakukan sehingga penyakit istriku tak kunjung sembuh?” saya diingatkan dengan kejadian kelas 6 SD dulu ketika saya mengambil uang ibu. Padahal saya hampir tidak lagi mengingatnya ??.

Maka saya berkesimpulan mungkin ini petunjuk dari Allah. Mungkin inilah yang menyebabkan istri saya sakit tak kunjung sembuh dan tabungan saya hampir habis. Setelah itu saya menelpon ibu saya,

“Assalamu’alaikum Ma…”

“Wa’alaikumus salam Mil….” Jawab ibu saya.

“Bagaimana kabarnya Ma ?”

“Ibu baik-baik saja Mil.”

“Trus, bagaimana kabarnya anak-anak Ma ?”

“Mil, mama jauh-jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak-anakmu. Sudah kamu tidak usah memikirkan anak-anakmu, kamu cukup memikirkan istrimu saja. Bagaimana kabar istrimu Mil, bagaimana kabar Ria nak ?” –dengan suara terbata-bata dan menahan sesenggukan isak tangisnya-.

“Belum sembuh Ma.”

“Yang sabar ya Mil.”

Setelah lama berbincang sana-sini –dengan menyeka butiran air mata yang keluar-, saya bertanya, “Ma…, Mama masih ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ?”

“Yang mana Mil ?”

“Kejadian ketika Mama kehilangan uang Rp150,- yang tersimpan di bawah bantal ?”

Kemudian di balik ujung telephon yang nun jauh di sana, Mama berteriak, (ini yang membuat bulu roma saya merinding setiap kali mengingatnya)

“Mil, sampai Mama meninggal, Mama tidak akan melupakannya.” (suara mama semakin pilu dan menyayat hati),

“Gara-gara uang itu hilang, mama dicaci-maki di depan banyak orang. Gara-gara uang itu hilang mama dihina dan direndahkan di depan banyak orang. Pada waktu itu mama punya hutang sama orang kaya di kampung kita Mil. Uang itu sudah siap dan mama simpan di bawah bantal namun ketika mama pulang, uang itu sudah tidak ada. Mama memberanikan diri mendatangi orang kaya itu, dan memohon maaf karena uang yang sudah mama siapkan hilang.

Mendengar alasan mama, orang itu merendahkan mama Mil. Orang itu mencaci-maki mama Mil. Orang itu menghina mama Mil, padahal di situ banyak orang. …rasanya Mil. Mamamu direndahkan di depan banyak orang padahal bapakmu pada waktu itu guru ngaji di kampung kita Mil tetapi mama dihinakan di depan banyak orang. SAKIT…. SAKIT… SAKIT rasanya.”

Dengan suara sedu sedan setelah membayangkan dan mendengar penderitaan dan sakit hati yang dialami mama pada waktu itu, saya bertanya, “Mama tahu siapa yang mengambil uang itu ?”

“Tidak tahu Mil…Mama tidak tahu.”

Maka dengan mengakui semua kesalahan, saya menjawab dengan suara serak,

“Ma, yang mengambil uang itu saya Ma….., maka melalui telphon ini saya memohon keikhlasan Mama. Ma, tolong maafkan Jamil Ma…., Jamil berjanji nanti kalau bertemu sama Mama, Jamil akan sungkem sama mama. Maafkan saya Ma, maafkan saya….”

Kembali terdengar suara jeritan dari ujung telephon sana,
“Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim….. Astaghfirullahal ‘Azhim…..Ya Allah ya Tuhanku, aku maafkan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Maafkanlah dia ya Allah, ridhailah dia ya Rahman, ampunilah dia ya Allah.”

“Ma, benar mama sudah memaafkan saya ?”

“Mil, bukan kamu yang harus meminta maaf. Mama yang seharusnya minta maaf sama kamu Mil karena terlalu lama mama memendam dendam ini. Mama tidak tahu kalau yang mengambil uang itu adalah kamu Mil.”

“Ma, tolong maafkan saya Ma. Maafkan saya Ma?”

“Mil, sudah lupakan semuanya. Semua kesalahanmu telah saya maafkan, termasuk mengambil uang itu.”

“Ma, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Ma agar cepat sembuh.”

“Ya Allah, ya Tuhanku….pada hari ini aku telah memaafkan kesalahan orang yang mengambil uangku karena ia adalah putraku. Dan juga semua kesalahan-kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit menantu dan istri putraku ya Allah.”

Setelah itu, saya tutup telephon dengan mengucapkan terima kasih kepada mama. Dan itu selesai pada pukul 10.00 wib, dan pada pukul 11.45 wib seorang dokter mendatangi saya sembari berkata,

“Selamat pak Jamil. Penyakit istri bapak sudah ketahuan.”

“Apa dok?”

“Infeksi prankreas.”

Saya terus memeluk dokter tersebut dengan berlinang air mata kebahagiaan, “Terima kasih dokter, terima kasih dokter. Terima kasih, terima kasih dok.”

Selesai memeluk, dokter itu berkata, “Pak Jamil, kalau boleh jujur, sebenarnya pemeriksaan yang kami lakukan sama dengan sebelumnya. Namun pada hari ini terjadi keajaiban, istri bapak terkena infeksi prankreas.

Dan kami meminta izin kepada pak Jamil untuk mengoperasi cesar istri bapak terlebih dahulu mengeluarkan janin yang sudah berusia 8 bulan. Setelah itu baru kita operasi agar lebih mudah.”

Setelah selesai, dan saya pastikan istri dan anak saya selamat, saya kembali ke Bogor untuk sungkem kepada mama bersimpuh meminta maaf kepadanya, “Terima kasih Ma…., terima kasih Ma.”

Namun…., itulah hebatnya seorang ibu. Saya yang bersalah namun justru mama yang meminta maaf. “Bukan kamu yang harus meminta maaf Mil, Mama yang seharusnya minta maaf.”

Sahabat … Sungguh benar sabda Rasulullaah shalallaahu ’alaihi wa sallam :

“Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua” (HR Bukhori, Ibnu Hibban, Tirmidzi, Hakim)

“Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, ‘Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera.” (HR. Attirmidzi)

✅ Kita dapat mengambil HIKMAH bahwa:

▶️ Bila kita seorang anak …

Janganlah sekali-kali membuat marah orang tua, karena murka mereka akan membuat murka Allah subhanahu wa ta’ala. Dan bila kita ingin selalu diridloi-Nya maka buatlah selalu orang tua kita ridlo kepada kita.

Jangan sampai kita berbuat zholim atau aniaya kepada orang lain, apalagi kepada kedua orang tua, karena doa orang teraniaya itu terkabul.

▶️ Bila kita sebagai orang tua …

Berhati-hatilah pada waktu marah kepada anak, karena kemarahan kita dan ucapan kita akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan kadang penyesalan adalah ujungnya.

Doa orang tua adalah makbul, bila kita marah kepada Anak, Berdoalah untuk kebaikan anak-anak kita, maafkanlah mereka.

Semoga kita di karuniai anak keturunan yang shaleh dan shalehah, yang pintar dan kreatif dan menjadi kebanggaan kita dalam kebaikan.
Aamiin.

📝💡Reposted by Group Kajian WA

Hebatnya PerNikahan beserta Rezeqinya

FB_IMG_1465595149707

Semoga bermanfaat…

Dua tahun ngontrak??
dua tahun belum punya perabot² lengkap??
dua tahun juga masih belum punya anak??

“Mba saya awal nikah sudah punya macam² fasilitas loh!! kurang usaha kali.”
“Mba saya awal nikah hamil dan nih sekarang gendong anak, kurang ikhtiar tuh mba.”
“saya mah dari awal nikah sudah punya rumah sendiri atuh mba, ga enak tinggal dirumah kontrakan.”

Ketika dibegitukan saya hanya tersenyum,”Rezeki dalam pernikahan itu tak hanya harta atau bagaimana kita memiliki buah hati, tetapi memiliki pasangan yg baik akhlak dan agamanya itu juga merupakan rezeki yg tak ternilai.. yg selalu menyayangi kita.. setia dan tak mencela kita ketika marah..”
dan jawaban saya biasanya langsung membuat terdiam atau merengut.. ^^

~Ingatlah Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi Wasaalam pun tinggal dirumah ukuran 3×4 tetapi beliau selalu berkata.. “Rumahku Surgaku”

kenapa? karena rumah itu bukan dilihat dari seberapa besar dan kecilnya.. mewah dan reyotnya.. gubuk dan gedongnya.. tapi bagaimana yg berada didalamnya mampu menciptakan kebahagiaan dan rasa syukur.. sehingga sekalipun tinggal dirumah yg sederhana dan ala kadarnya tetap berbahagia.. ❤❤

~Ingatlah Rasulullaah Shalallaahu ‘alahi Wassalam tak pernah pula menuntut para istrinya setelah khadijah Radhiyallaahu ‘anha untuk memiliki keturunan.. padahal kita tahu para istri Nabi adalah mereka yg dijamin Surga. Dan tak ada seorang sahabat Nabi pun yg mencemoh apalagi menyinyir, karena mereka disibukkan dg rasa takut kepada Allaah akan dosa dan beramal dijalan Allaah.. ❤❤

~Ingatlah Rasulillaah Shalallaahu ‘alaihi Wassalam pun tak memiliki perabot² berharga.. beliau bersama para istrinya hidup dalam kesederhanaan dan kefaqiran. Nabi kita tidak pernah kenyang selama hidupnya, kayu bakar dirumah ibunda ‘Aaisyah Radhiyallaahu’anha pun pernah hingga 3 bulan tak menyala. Namun Nabi dan para Istrinya berbahagia bukan? Nabi seorang suami yg mulia lagi baik dan lembut akhlaknya, dan para istru Nabi adalah wanita² yg Qanaah.. ❤❤

Dua tahun masih tinggal dikontrakan,
alhamdulillaah setidaknya saya dan suami tidaklah terjebak dalam riba dan membeli rumah kredit bank..
sementara diluar sana tak sedikit dari saudara saudari kita yg masih tinggal dikolong jembatan dan tidur di emperan toko..
Sungguh Nikmat Tuhan Manakah yg Kamu Dustakan??

Dua tahun masih belum memiliki buah hati,
Subhanallaah malah begitu banyak saudari²ku yg baru memiliki buah hati di usia pernikahan mereka yg ke 10, 19 bahkan ke 23 tahun.. Dan tidak sedikit pula mereka yg telah dikaruniai buah hati rumahtangganya dalam balada yg berat..
Sungguh Nikmat TuhanMu manakah yg kamu dustakan??

Dua tahun masih ga punya apa²,
segala perabot bahkan mulai kulkas, kompor, lemari, Maa syaa Allaah semua itu hadiah tak terduga dari saudara² ku sesama muslim..
sementara diluar sana masih ada saudara² kita yg tinggal digubuk reyot hanya beralaskan tanah, hanya kardus sebagai lemari, dan kayu bakar sebagai kompor.. Allaahul Musta’an..
Sungguh Nikmat Tuhanmu Manakah yg kamu dustakan??

Allaah tak pernah ingkar janji.. Allaah benar² akan melapangkan rizki orang yg menikah demi meraih ridho Nya..
dan rizki itu tak hanya berupa materi, tetapi keindahan akhlak pasangan dan keberkahan itu juga rizki yg luar biasa.. ^^

Gaji yg banyak tapi tak berkah, akan selalu terasa kurang..
Gaji yg sedikit tetapi berkah, akan selalu terasa cukup dan berlebih..
Alhamdulillaah dalam kesederhanaan ini kami tak pernah merasa kekurangan.. karena Allaah selalu saja memberikan jalan keluar dari arah yg tak terduga^^

Jangan khawatirkan rumahtanggamu hanya karena kehidupanmu tak kaya dan tak bisa melancong keluar negri,
jangan cemaskan rumahtanggamu hanya karena belum ada buah hati ditengah² keluargamu,
jangan risaukan rumahtangamu hanya karena gaji suami kita pas²an dan dia bukanlah pekerja yg berpenghasilan tinggi,

Tapi khawatir, cemas, dan risaulah bila dalam rumahtanggamu..
sudah tak ada lagi cahaya Iman dan semangat dalam beribadah..
sudah tak ada lagi saling menguatkan dan memotivasi untuk selalu ingat kepada Nya..

Karena yg Allaah Nilai dalam rumahtangga kita bukan seberapa kaya dirimu, seberapa tinggi jabatanmu atau seberapa banyak anakmu..
tetapi Tanggung jawab kita sebagai seorang istri ataupun suami.. sebagai seorang ayah ataupun seorang ibu.. dan sebagai seorang anak kepada orangtua dan mertuanya.. ^__^

NB :
Bersyukurlah akan keadaan rumahtanggamu.. tak perlu banyak mengeluhkannya atau memamerkannya.. karena bahagia itu kita yg ciptakan, bukan dengan sibuk melihat keadaan rumahtangga orang lain.. ^^
belajarlah banyak dari rumahtangga² saudara² kita yg teruji berat dan mereka mampu bersabar dalam melaluinya..^__^

‘afwan wa baarakallahufiikum

‘abdaturrahman :
Ari Ummu Irhabiy 🌻🌻

Jangan biarkan tulisan ini kita baca sendirian mari share ke temen-temen yang lain agar menjadi motivasi untuk menempuh hidup berRumah tangga.

dakwah itu..

dakwah-tunas

 

Berdakwah bukan untuk menjadikan orang berIman
Berdakwah juga bukan untuk menjadikan orang berTaqwa
Sebab seandainya semua orang sudah berIman dan berTaqwa dakwah tetap wajib dibuat
Bahkan dakwah tetap wajib dibuat walau semua orang justru semakin Ingkar

Berdakwah bukan untuk membuat orang kafir masuk agama Islam
Berdakwah juga bukan untuk menjadikan orang menjadi Dai
Sebab walau semua ummat manusia masuk agama Islam, dakwah harus tetap ditegakkan
Bahkan seandainya semua ummat manusia menjadi Dai Dai, dakwah tidak berkurangsedikitpun kewajibannya

Jika dakwah berhenti dikerjakan, maka Iman akan semakin melemah
Jika dakwah ditinggalkan , maka amal amal semakin jauh dari kehidupan
Jika dakwah sampai dihentikan, maka orang orang kafir tidak mendapat hidayah
Jika dakwah tidak diamalkan , maka orang orang Islampun akan murtad
Jika dakwah tidak ada lagi yang menghidupkan maka Islam akan terhapus dari muka bumi ini

Dakwah bukan MONOPOLI kaum ahli agama saja
Dakwah adalah MENGAJAK dan bukan MENGEJEK
Maka siapapun bisa MENGAJAK untuk taat kepada Allah SWT tanpa MENGEJEK

Dakwah bukan kerja SAMBILAN saja
Dakwah adalah MAKSUD HIDUP UMMAT ISLAM
Maka siapapun diri kita apapun profesinya JADIKAN SEBAGAI SARANA DAKWAH

Dakwah bukan untuk SESAAT saja
Dakwah adalah amalan yang TIDAK MENGENAL WAKTU, TEMPAT, DAN SASARAN DAKWAH
Maka niatkan dakwah SAMPAI HARI KIAMAT, KESELURUH DUNIA, KE SEMUA UMMAT MANUSIA

Dakwah bukan untuk MENDAPAT HARTA , TAHTA DAN WANITA
Karena Rasulullaah saw pernah ditawari HARTA , TAHTA DAN WANITA asal berhenti dari dakwah namun DITOLAK
Maka dakwah dengan MENGORBANKAN WAKTU,HARTA, DAN DIRI SENDIRI

PADA AKHIRNYA MAKSUD DAKWAH ADALAH UNTUK PERBAIKAN DIRI SENDIRI
APALAH ARTINYA JIKA DIRI MENJADI SEMAKIN SOMBONG
KARENA MERASA PALING BENAR
KARENA MERASA PALING BAIK
KARENA MERASA PALING PINTAR
KARENA MERASA PALING BERHAQ ATAS SYURGA
SEMENTARA YANG LAIN DIKAFIR KAFIRKAN

Rosululloh saw bersabda : “Demi Tuhan yang menguasai jiwa Muhammad, sungguh umatku nanti akan pecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan yang 72 golongan akan masuk neraka, seorang sahabat bertanya “ siapakah mereka yang masuk surga itu,ya Rosulalloh ? “ Rosul menjawab “ Mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah ” ( H. R. Imam Thobroni ).

SEORANG ULAMA DITANYASIAPA GOLONGAN YANG SELAMAT ITU ( AHLUSSUNNAHWAL JAMAAH)

“ GOLONGAN AHLUSSUNNAHWAL JAMAAH ITU IALAH SIAPA SAJA DARI UMMAT RASULULLAAH SAW YANG BERUSAHA SUNGGUH SUNGGUH MEMIKIRKAN AGAR 72 GOLONGAN LAINNYA YANG AKAN MASUK NERAKA JAHANNAM BISA TERSELAMATKAN MASUK KEDALAM SYURGA, WALAU HARUS MENGORBANKAN WAKTUNYA ,HARTANYA DAN MENGORBANKAN DIRINYA SENDIRI”

Hari ini kita telah merasa berdakwah
Niat berusaha memperbaiki orang lain
Maka orang lain belum tentu baik, diri sendiri semakin buruk

Hari ini kita telah merasa berdakwah
Tapi enggan mengorbankan waktu, harta apalagi diri sendiri
Sebaliknya kita korbankan Agama, kita korbankan Ummat Manusia untuk kepentingan pribadi,kelompok maupun golongan

Mari kita belajar korban waktu, harta dan diri sendiri untuk mendakwahkan Agama Islam
In Syaa Allah akan diberi kefahaman yang benar mengenai hakikat dakwah

Wallahu a’lam

“Barangsiapayang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari).

Anakku saat kau jatuh cinta

12112372_958772940827630_8564312634653079758_n
1. Anakku, saat kau jatuh cinta, kau tetap tak boleh pacaran. Biarkan kau tetap terbungkus rapi, dan kulit lembutmu hanya boleh disentuh oleh suamimu.

2. Ketahuilah bila kau jatuh cinta dengan seseorang, belum tentu itu jodohmu. Maka tetap mintalah kepada yang Maha Tahu untuk diberi jodoh terbaik bagimu.

3. Ketahuilah, wanita yang hebat itu yang menyayangi anak-anaknya dan itu dibuktikan dengan mencarikan ayah yang tepat buat anaknya. Ayahmu ini berharap, kau termasuk di dalamnya.

4. Anakku, apa yg kau harapkan belum tentu kau dapatkan. Ingatlah rencana Allah adalah rencana terbaik dibandingkan rencana terbaik seluruh penduduk bumi sekalipun.

5. Agar kau diberi “pangeran” terbaik tugasmu hanya memantaskan diri dan minta kepada Allah.

6. Semakin kau sering mengadu dan dekat kepada Allah maka Dia akan mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu. Jangan

 

ALLAH MAHA TAHU SEGALA-GALANYA

12140618_960713047300286_1270942267049046641_n
ALLAH MAHA TAHU SEGALA-GALANYA

Ketika menggunungnya dosa merusak kepekaan hati ..
Ketika nafsu menjerat diri ..
Ketika jiwa tidak ingat bekal diri dan melupakan Rabbul Izati …

bahkan ketika nurani seolah-olah mati ..
dan cermin hati tak lagi jujur tentang siapa diri, ..
serta tak tahu apa yang harus diperbuat untuk perbaikan diri, ..

satu hal yang harus kau ingat dan akui, ..
Allah Maha Tahu, Allah Maha Tahu …
Untuk setiap langkah yang terayunkan, Allah tahu …
Untuk setiap coretan pena yang tertuliskan, Allah tahu …

Untuk setiap kata yang terucapkan, Allah tahu …
Untuk setiap angan dalam pikiran, Allah tahu …

Untuk setiap prasangka yang menyapa benak, Allah tahu …
Untuk setiap pandang mata yang berkhianat, Allah tahu …

Untuk setiap lintas pikiran yang berimajinasi fantasi, Allah tahu …
Untuk setiap bisikan hati yang tidak diketahui, Allah tahu …

Untuk setiap penyakit hati seperti iri-dendam-dengki, Allah tahu …
Untuk setiap ingin hati agar dipuji, Allah tahu …

Untuk setiap bisik hati untuk riya’ sebelum-ketika-sesudah beramal, Allah tahu …

Untuk setiap niat yang tak terdeteksi, Allah tahu …
Untuk setiap lintas pikiran ingat orang yang kau nanti, Allah tahu …

Untuks setiap rindu yang kau nyanyikan di detak-detik waktu, Allah tahu …

Untuk setiap rasa yang menyapa keping hati yang ingin bicara, Allah tahu …

Untuk setiap cinta yang kau titipkan di sudut-sudut hatimu, Allah tahu …

Untuk setiap pikiran-tenaga-waktu dan air mata karena orang yang kau cinta, Allah tahu …

Untuk setiap duka yang ingin kau ubah menjadi suka, Allah tahu …
Untuk setiap tangis yang ingin kau ganti dengan tawa, Allah tahu …

Untuk setiap senyum yang tersungging karena melihat bebintangan, Allah tahu …

Untuk setiap mimpi yang menjadi bunga tidurmu, Allah tahu …
Untuk setiap doa yang kau lantunkan dalam sujud-sujud panjang, Allah tahu …

Untuk setiap tangis di hening malam, Allah tahu …
Untuk setiap istighfar atas segala dosa, Allah tahu …
Untuk setiap sujud di ujung bumi, Allah tahu …

Untuk sebutir pasir di setiap gurun pasir, Allah tahu …
Untuk setiap bentuk telapak tangan, Allah tahu …
Untuk setiap kepalan tangan, Allah tahu …

Untuk setiap airmata pada tiap bulu mata, Allah tahu …
Untuk setiap yang kau pikirkan, Allah tahu …

Untuk setiap yang kau ucapkan, Allah tahu …
Untuk setiap salah yang kau sengaja-tidak kau sengaja, Allah tahu…

Untuk setiap dosa yang kau tutup rapat-rapat di gelap malam, Allah tahu …

Untuk setiap aib diri yang coba kau tutupi dari mata manusia, Allah tahu …

Kau mungkin lupa, atau pura-pura lupa, tetapi ingatlah, “Wa mâ kâna Rabbuka nasiyyâ, Allah tidak pernah lupa”

Dialah Allah …, yang maha tahu segala-gala …,

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (al An`am : 59).

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (al Mu’min : 19).

“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (al Hujurat : 18).

Maka, “Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi.” (al Ankabut : 50).

 

Bahagia itu sederhana

12096269_964556490249275_6000060132809620902_n
bahagia itu sederhana,
ketika kita melangkah, lalu jatuh, segera bangkit, dan lanjut melangkah, meski sakit!bahagia itu sederhana,
ketika kita tau, dalam keterbatasan, kita masih punya banyak mimpi yang bertaburan, lalu kita berjuang untuk sebuah kenyataan yang diimpikan!

bahagia itu sederhana,
ketika kita tau, nama kita tak pernah luput tersebut, dalam barisan doa ibu.

bahagia itu sederhana,
ketika kita kehilangan sesuatu, kita yakini, bahwa Tuhan akan menggantinya di lain waktu.

bahagia itu sederhana,
ketika kita bisa melihat dengan hati, ternyata di luar sana, banyak manusia yang tidak berhati.

bahagia itu sederhana,
ketika kita melihat mereka susah, ternyata posisi kita lebih tinggi setingkat di atas mereka.

bahagia itu sederhana,
ketika kita lemah, ada banyak tangan yang mengulurkan tangan, lalu memapah kita.

bahagia itu sederhana,
lupakan semua beban, rasakan banyaknya nikmat yang bertaburan.

bahagia itu sederhana,
ketika kita dikhianati, tetapi kita diam dan memaafkan.

bahagia itu sederhana,
ketika ada banyak kebohongan, tetapi kita lebih memilih bertahan dalam kejujuran.

 

sebuah nasihat

12108834_970897389615185_6244109755741212133_n
Ini nasihat terutama bagiku sendiri | nasihat menasihati, saling mengingatkan dalam kebaikan adalah perkara wajib bagi setiap muslim terhadap saudara-saudari muslim lainnya | tanpa memandang apakah sang pemberi nasihat sudah sempurna atau belum sempurna |

karena jika memberi nasihat harus menunggu tanpa cacat dan tanpa cela, maka hanya malaikat lah yang boleh berdakwah | sebab manusia memang gudangnya salah, tempatnya khilaf dan alpa |

Karena itulah sesama muslim wajib saling mengingatkan | apa jadinya jika di kehidupan ini tidak ada seorang pun yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran? | kebinasaan bagi umat karena kita semua berada dalam kelalain😥 |

Bagi sang penerima nasihat, dengarkan saja isi nasihatnya | Apakah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah? Bila iya, bersabar dan terimalah pengingat itu sebagai bentuk kasih sayang Allah yg inginkan kebaikan bagi hamba-Nya | dan bila isi nasihat itu tak sesuai Al-Qur’an & Sunnah, maka tak perlu membalasnya, anggaplah itu hadiah dari Allah untuk menambah pahala kesabaran kita |

tidak perlu juga mencari-cari kesalahan si pemberi nasihat | apa untungnya bagimu? Diapun mutung, tak akan mendengarkanmu | sampaikan lain waktu, dalam kondisi yg lebih baik | itu lebih baik bagimu dan dia untuk menghindari debat yg sekedar menjatuhkan |

Bagi sang pemberi nasihat, ingatlah bahwa apa yang kita sampaikan kepada orang lain, akan kembali berbalik ke diri kita sendiri | Maka nasihatilah orang lain seolah-olah kita sedang menasihati diri kita sendiri | Alhamdulillah, inilah salah satu cara bagi diri kita untuk terus memperbaiki diri dan istiqomah |

Sampaikan pula nasihat dan pengingat sesuai adab | karena adab yg santun dan syar’i dalam menasihati, lebih memudahkan penerima nasihat untuk menerima nasihat tersebut |

Banyak nasihat yg bermaksud benar, namun adab menasihatinya keliru, sehingga orang yang bersalah justru semakin merasa tidak bersalah | manusiawi, tidak ada orang yg suka disalahkan apalagi dengan cara yang salah | maka janganlah membuat yang bersalah semakin menjauh dari nasihat, karena cara menasihati yg keliru |

Saling nasihat-menasihatilah dalam kebenaran, dengan adab yg benar .